• Local Phone

    021 8690 6777

    021 8690 6770

  • Whats App

    0816 1740 8925

    0816 1740 8927

    0812 8006 9024

    0813 8742 8586

  • Whats App

    0812 9595 7914

    0878 7867 0721

    0812 1470 6170

    0813 1066 1358

    0888 6129 511

  • Email

    marketing.xray@taharica.com

1498379242.jpg

Markas Polda Sumut Dijaga Ketat

Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) dan jajarannya masih melakukan pengamanan ekstra ketat di setiap pintu masuk kantor polisi. Setiap anggota masyarakat maupun aparat yang memasuki kawasan itu diperiksa polisi.

 

Penjagaan yang dilengkapi senjata itu dilakukan petugas untuk mengantisipasi adanya serangan susulan teroris saat perayaan Idul Fitri yang menewaskan Ipda (Anumerta) Martua Sigalingging, Minggu (25/6) lalu.

 

Pantauan SP, Minggu (9/7) malam, jumlah penjagaan oleh polisi bersenjata di pintu masuk satu, dua dan tiga di Markas Polda Sumut, diperkirakan mencapai 20 personel. Petugas itu meliputi pasukan Brimob, Sabhara, Reserse, profesi dan pengamanan (Propam) maupun lainnya.

 

Setiap kendaraan yang memasuki pintu masuk, meski itu kendaraan pribadi milik anggota Polri, tetap diperiksa petugas menggunakan metal detektor . Selain itu, bagian bagasi kendaraan juga tidak luput dari pemeriksaan petugas.

 

Selain Markas Polda Sumut, pengamanan ekstra ketat juga terlihat ditingkatkan di Markas Brimob Sumut Jl KH Wahid Hasyim Medan. Markas pasukan elit Polri ini juga merupakan salah satu target penyerangan dari kelompok teroris.

Bahkan, pintu masuk menuju asrama Polri, yang lokasinya berada di seputaran Markas Brimob tersebut, juga dijaga ketat oleh aparat bersenjata. Aparat berpakaian preman juga berkeliaran memantau di sekitar lokasi pengamanan.

 

Kepala Kepolisian Resort Kota Besar (Kapolrestabes) Medan, Kombes Pol Sandi Nugroho mengatakan, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Medan, Sumatera Utara (Sumut), sudah aman dan terkendali.

 

"Masyarakat pun mempunyai hak dan tanggungjawab yang sama dalam menciptakan rasa aman di tengah lingkungannya untuk mengantisipasi aksi terorisme tersebut. Polisi tidak bisa bekerja sendiri," ujar Kapolrestabes Medan.

Kapolrestabes mengatakan, pihaknya masih terus melakukan koordinasi dengan TNI, Badan Intelijen Negara (BIN), Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme dan pemerintah untuk mencegah meningkatnya aksi teror oleh jaringan radikal tersebut.

 

"Peningkatan pengamanan juga dilakukan di setiap kantor polisi. Selain, polisi juga ditempatkan melakukan pengamanan yang rawan atas kejahatan, termasuk memperketat wilayah perbatasan, persisnya pintu masuk menuju Medan," sebutnya.