sinar-x-baggage-inspection-cargo-inspection-xray-security-scanner.JPG

Modus Terbaru, Sabu Berada Dalam Forklift

Pengiriman forklift dengan berisi 86,3 Kg sabu-sabu ini direncanakan dengan sangat rapi dan apik oleh jaringan narkoba. Bahkan jaringan ini menggunakan cairan agar sabu tidak terdeteksi oleh petugas.

 

"Forklift ini dibeli dengan status bekas, itu dibongkar kemudian dimasukan sabu-sabu kedalam. Orang tentunya tidak akan menyangka jika sabu-sabu dimasukan kedalam sebab barang itu sangat berat dan berlapis, besi kemudian dikasih cairan, sehingga tidak memungkinkan terdeteksi oleh mesin xray security scanner . Jadi sudah direncanakan dengan baik" ucap Wakapolda Metro Jaya Brigjen Purwadi kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (2/11/2017).

 

Purwadi menjelaskan, forklift yang dikirim via ekspedisi itu masuk ke pelabuhan Tanjung Priok sejak Maret 2017. Selama Maret hingga November 2017, Barang tersebut mengendap di Bea Cukai.

 

"Jadi mereka hanya memantau dan menunggu",Ucap Purwadi.

 

Barang tersebut dikirim oleh sindikat jaringan narkoba di Taiwan. Sebelumnya, Polda Metro Jaya juga pernah membekuk jaringan sabu dari Taiwan dengan berat sabu 1ton.

 

"Sabu yang kita seberat 1ton tersebut yang kita amankan, mereka pikir kita akan puas, tetapi kita yakini ini masih ada yang akan datang. Oleh karena itu Ditresnarkoba bekerja sama dengan Ditjen Bea Cukai melakukan kerja sama untuk mensiasati kasus ini," ucapnya.

 

DIrektur Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol Suwondo Nainggolan mengatakan, kasus itu terungkap setelah polisi menerima informasi adanya pengiriman dua unit forklift yang mencurigakan, setelah diselidiki ternyata forklift tersebut berisi sabu.

 

"Kemudian pada 25 Oktober 2017, tim Unit II Subdit II Ditresnarkoba Polda Metro Jaya pimpinan AKBP Doni Alexander mendapatkan informasi bahwa kontainer isi forklift tersebut telah selesai proses pengurusannya untuk dikeluarkan dari gudang Bea Cukai Tanjung Priok," ujar Suwondo.

 

Tim yang dipimpin Kompol Budi Cahyono kemudian melakukan pengintaian pengiriman forklift tersebut. Hingga akhirnya, diketahui forklift tersebut dikirim ke bengkel Auto Part Kemayoran di Jl Kian Santang, Kelurahan Gebangraya, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang.

 

"Selanjutnya pada Jumat 27 Oktober 2017, forklift dikirim ke bengkel Auto Part Kemayoran," sambungnya.

 

Di lokasi, tim mengawasi bengkel tersebut. Sampai akhirnya polisi menggerebek bengkel itu ketika tersangka Leo, Andi dan Rendi membongkar forklift tersebut.

 

"Dan ditemukan di dalam forklift itu ada sabu seberat 86,3 Kg, 200 gram ketamine dan sejumlah serbuk oranye dan serbuk putih," lanjutnya.

 

Atas perbuatannya itu, para tersangka dijerat dengan Pasql 113 ayat (2) subsider Pasal 114 ayat (2) lebih subsider Pasal 112 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan Pasal 198 jo Pasal 108 UU RI No 36 Tahun 2008 tentang Kesehatan.