selipkan-sabu-dalam-kudapan.JPG

Penangkapan Peredaran Narkoba di Dalam Lapas

Kedatangan Asef Kosasih yang berkunjung ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika klas III, Bayur, Kamis (26/10) siang hari layaknya pembesuk lain. Dia datang untuk mengantarkan makanan ke tahanan kenalannya. Namun, saat pemeriksaan, dia terlihat mencurigakan dan menjadi perhatian petugas CCTV.

 

Sebab, dalam pemeriksaan, petugas menemukan plastik terselip di antara paket makanan yang dibawah oleh Asef. Plastik tersebut tersamarkan karena dibungkus dengan menggunakan kemasan kopi instan.Setelah diperiksa, petugas menemukan narkotika jenis sabu-sabu seberat, 48gram.

 

Keapala Lapas Narkotika Teguh Pamudji membenarkan temuan tersebut. "Dia berusaha membawa narkoba, tetapi kelihatan di mesin xray security scanner" kata Teguh. Dari hasil pemeriksaan sementara, petugas mengindikasi aktivitas Asef karena keterlibatan Harun Zain dan Budi Suparpto. Mereka adalah napi dilapas tersebut. Sedangkan Harun Zain berstatus mantan petugas di Lapas Balikpapan. Dan merekapun ditahan.

 

Meski barang bukti tidak banyak, tetapi penangkapan itu membuka bisnis gelap peredaran narkoba di dalam penjara. Itu tidak lepas dari lengahnya pengawasan seputar penggunaan ponsel didalam penjara. Meski penggagalan narkoba itu terjadi Kami (26\10), kepolisian baru mengungkap kasus itu pada media pada jumat kemarin (27/10).

 

Dalam pengakuan dihadapan awak media, Asef mengaku tidak mengenal Harus maupun Budi. "Saya hanya disuruh antar dan diberi upah," kata Asef. Dia menerima kotak tersebut sudah dicantumkan identitas dua orang itu sebagai penerima paket.

 

Sementara, Harun membantah memesan narkoba. "Kue itu bisnis saya. Saya tidak tahu kalau ada sabu-sabu," ujar Harun. Harun dan Budi bahkan saling tuding.

 

Kanit Sidik Satresnarkoba Polresta Samarinda Iptu Teguh Wibowo menyatakan, jajarannya mengembangkan kasus ke salah satu nama yang disebut Asef ke petugas. “Sudah kami kantongi dan masih diburu,” pungkas Teguh.

 

Kasus penyelundupan narkoba ke Lapas Narkotika klass III, Bayur, bukan cuma sekali tetapi kasus ini juga pernah terjadi sebelumnya. Petugas mengungkap penyelundupan narkoba dengan menggunakan metode yang berbeda. Sabu-sabu diselipkan didalam sampah.

 

Waktu itu, sabu yang diselundupkan seberat 5gram. Menurut dia, kasus penyelundupan memang rentan di Lapas Narkotika. Mengingat, kondisi Lapas kini melebihi kapasitas dan tidak sebanding dengan jumlah minim.

 

Lapas Narkotika Klass III berkapasitas 352orang, dan kini jumlah Lapas dihuni 1.295 orang. Sedangkan petugas keamanannya hanya 26orang. Jumlah itu terbagi menjadi tiga giliran berjaga dan saling bergantian. Hal ini tidak sebanding dengan jumlah tahanan.