664xauto-10-pembunuh-bayaran-paling-sadis-150204l.jpg

Detik-detik Pembunuh Indria Kelabui Petugas Bandara

Petugas kepolisian menyita tiga butir peluru dari Muhammad Akbar, suami sekaligus pelaku pembunuhan pegawai Balai Diklat Badan Narkotika Nasional Lido, Indria Kameswari.

 

Tiga butir peluru itu ditemukan dari petugas Bandara Halim Perdanakusuma ketika pelaku hendak melarikan diri ke Batam usai menghabisi nyawa istrinya. Saat melintasi mesin X-Ray, mesin berbunyi karena benda yang dibawa pria tersebut.

 

"Peluru itu diamankan petugas bandara dari tas pelaku. Jadi ketika pelaku melewati Xray security scanner dan meteal detector , terdeteksi di dalam tas itu ada peluru. Kemudian pelaku dan tas itu diamankan petugas bandara," ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Kabupaten Bogor, Ajun Komisaris Polisi Bimantoro Kurniawan saat dikonfirmasi wartawan, Rabu 6 September 2017.

 

Pelaku sempat berkata kepada petugas bandara yang memeriksanya, peluru itu adalah milik kakaknya yang merupakan anggota salah kesatuan aparat. Namun, ia malah melarikan diri ketika diminta menunjukkan di mana keberadaan kakaknya yang dimaksud.

 

"Saat itu, pelaku diminta memanggil kakaknya, tapi kemudian pelaku memanfaatkan itu untuk kabur. Ia tidak kembali ke ruangan petugas, tapi masuk kembali tanpa sepengetahuan petugas, lalu terbang ke Batam," ucapnya.

 

Indria ditemukan meninggal dunia di Perumahan River Valley Blok B2 Desa Palasari, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor. Indria ditemukan tewas pada Jumat 1 September 2017 sekitar pukul 07.30 WIB.

 

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan luka di punggung korban. Indria dikabarkan sempat terlibat cekcok dengan suaminya sebelum ditemukan tewas.