• Local Phone

    021 8690 6777

    021 8690 6770

  • Whats App

    0816 1740 8925

    0816 1740 8927

    0812 8006 9024

    0813 8742 8586

  • Whats App

    0812 9595 7914

    0878 7867 0721

    0812 1470 6170

    0813 1066 1358

    0888 6129 511

  • Email

    marketing.xray@taharica.com

xray security scanner,baggage inspection,xray bandara,pemeriksaan bagasi,xray bagasi.jpg

Mesin Xray Bea Cukai Batam Berhasil Gagalkan Penyelundup Narkotika

Anggota Bea dan Cukai Batam berhasil menggagalkan pengiriman paket narkotika jenis sabu-sabu dengan berat total 3,056 kg yang disembunyikan oleh tersangka berinisial AZM (22) penumpang pesawat Lion Air tujuan Lombok, transit Surabaya.

Kepala Kantor Pelayanan Utama Tipe B Batam Susila Brata di Kota Batam. Minggu (3/6) mengatakan petugas menahan seorang penumpang di Bandara Hang Nadim Batam yang berinisial AZM (22) karena kedapatan menyelundupkan barang haram di dalam tas.

"Dari hasil pemeriksaan kedapatan 12 bungkus barang haram berbentuk kristal bening, yang diduga mengandung methamphetamine yang diselundupkan di dalam tumpukan pakaian dengan berat keseluruhan 3,056 kg," ucapnya.

Ia mengatakan, petugas awalnya mencurigai gerak gerik AZM yang berkewarganegaraan Indonesia ini saat melewati mesin xray security scanner pada Minggu (3/6) pada pukul 07:30 WIB.

Setelah itu, petugas memeriksa tersangka AZM yang harusnya terbang menggunakan pesawat Lion Air bernomor penerbangan JT970 pada pukul 09:00 WIB dengan rute Batam-Surabaya-Lombok.

Bedasarkan analisis mesin xray security scanner (Baggage Inspection ), terdapat sesuatu yang mencurigakan, kemudian petugas membawa barang bersama tersangka untuk diperiksa lebih lanjut di Hanggar Bea dan Cukai Bandara Hang Nadim.

Hasil dari pemeriksaan di Hanggar tadi, petugas berhasil menemukan narkotika jenis sabu-sabu yang disembunyikan dalam 12 bungkus di sela tumpukan pakaian.

"Atas temuan tersebut, petugas membawa barang bukti dan tersangka yang berinisial AZM ke kantor pelayanan utama Bea dan Cukai tipe B Batam untuk pemeriksaan lebih lanjut." ujar dia.