• Local Phone

    021 8690 6777

    021 8690 6770

  • Whats App

    0816 1740 8925

    0816 1740 8927

    0812 8006 9024

    0813 8742 8586

  • Whats App

    0812 9595 7914

    0878 7867 0721

    0812 1470 6170

    0813 1066 1358

    0888 6129 511

  • Email

    marketing.xray@taharica.com

cargo_inspection,xray_bandara,xray_security_scanner,xray_industrial.jpg

Cargo Inspection Bea Cukai Selamatkan Penduduk Indonesia Dari Narkoba

Petugas Bea dan Cukai telah bekerja sama dengan Kepolisian Resor Bandara Soekarno-Hatta berhasil menggagalkan dua upaya penyelundupan barang haram dengan total mencapai 1.470 butir pil ekstasi serta sabu-sabu seberat 1.065 gram. Modus yang dilakukan ini untuk menyelundupkan narkotika merupakan modus yang sering dilakukan oleh para penyelundup lain yaitu dibawa oleh penumpang dan satunya lagi melalui paket kiriman.

Dalam konferensi pers yang diadakan pada kamis kemarin (17/5/2018), Pemimpin Kantor Bea dan Cukai Soekarno-Hatta, Erwin Situmorang menyampaikan kronologi dua kasus yang berhasil diungkap oleh anggota Bea dan Cukai dan Kepolisian tersebut. Pada hari Jumat (20/04/2018), berlokasi di Terminal Kedatangan Internasional 2D, petugas mengamankan seorang wanita warga negara Malaysia berinisial BSY (27thn). Ia tiba menggunakan pesawat terbang Batik Air rute Kuala Lumpur-Jakarta.

"Dari hasil selama pemeriksaan badan, petugas menemukan penumpang tersebut membawa pil yang sudah dikemas dengan plastik, kemudian disembunyikan dengan cara diletakan pada selangkangannya. Berdasarkan pengujian, pil yang berjumlah 1.470 butir tersebut positif mengandung bahan narkotika jenis MDMA atau yang dikenal engan ekstasi,"jelas Erwin.

Menurut penjelasan tersangka, dirinya disuruh membawa barang tersebut ke Indonesia lalu menuju ke sebuah hotel yang berlokasi di daerah Jakarta Utara untuk menerima perintah selanjutnya. Bedasarkan informasi tersebut, lanjut Erwin, petugas berkoordinasi dengan anggota Polresta Bandara Soekarno-Hatta untuk melakukan controlled delivery. Petugas gabungan itu kemudian mendatangi hotel tersebut, tersangka lalu dihubungi oleh seseorang dengan nomor telepon berkode negara tetangga Malaysia lalu menitipkan kunci kamar kepada resepsionis. Tersangkapun diminta untuk segera kembali ke Malaysia dan dibertahu nahwa nantinya akan ada yang mengambil barang tersbut ke kamar hotel.

Namun, sampai batas waktu check out hotel berakhir dan ditunggu setelah selang beberapa jam, tidak ada seorang pun yang datang mengambil barang haram tersebut. Tim gabungan ini memutuskan untuk membawa tersangka dan barang bukti kembali ke kantor untuk proses penyidikan lebih lanjut.

Tidak hanya itu, petugas Bea Cukai Soekarno-Hatta juga berhasil mengamankan sebuah paket kiriman yang berisi narkotika methamphetamine atau sabu-sabu pada Sabtu (12/5/2018) di area kargo di salah satu perusahaan jasa titipan (PJT). Dalam kesempatan yang sama, Erwin juga menyatakan kronologi penegahan tersebut diawali dari kecurigaan petugas Bea Cukai ketika melakukan keamaan xray security scanner (Cargo Inspection ) atas sebuah paket kiriman yang berasal dari Lagos, Nigeria.

"Petugas pun selanjutnya melakukan pemeriksaan fisik terhadap paket yang bertuliskan wool hair sample tersebut. Dari hasil pemeriksaan pada paket itu, petugas mendapati 15 gulungan benang yang berisi kristal bening yang setelah diperiksa ternyata positif mengandung methamphetamine dengan jumlah berat mencapai 1.065 gram," kata Erwin.

Dari hasil temuan petugas itu, tutur Erwin, petugas berkoordinasi dengan pihak Polresta Bandara Soekarno-Hatta untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.

Bedasarkan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, para pelaku dapat diancam dengan hukuman pidana mati, pidana seumur hidup, atau pidana penjara paling lama 20 tahun dan pidana denda maksimal Rp 10 miliar ditambah sepertiga dalam hal barang bukti melebihi 1kg. Dari hasil barang bukti tersebut, berhasil dicegah dalam operasi ini, anggota Bea dan Cukai Soekarno-Hatta menyelamatkan sebanyak 10 ribu jiwa generasi penerus bangsa dari penyalahgunaan narkotika.