• Local Phone

    021 8690 6777

  • GSM Celuller

    0816 1740 8925

    0816 1740 8927

    0812 8006 9024

    0813 8742 8586

  • Email

    sales.xrayindonesia@gmail.com

    marketing.xray@taharica.com

baggage_inspection,xray_security_scanner_narkotika,xray_industrial.JPG

Baggage Inspection Mendeteksi Adanya Narkotika Dari Penumpang Air Asia

Petugas Bea dan Cukai kota Yogyakarta menggagalkan usaha penyelundupan narkotika jenis sabu-sabu melalui Bandara Internasional Adisutjipto. Tersangka yang berinisial RIP (34) warga Klaten, mencoba menyelundupkan narkotika jenis sabu-sabu dengan berat 562,6 gram yang disembunyikan dalam popok dewasa.

"Tersangka RIP kita tangkap bersama otoritas Bandara Adisutjipto dan TNI AU," ucap Kepala Kantor Wilayah DJBC Jawa Tengah dan DIY, Parijaya, pada saat jumpa pers di kantor BC Yogyakarta, Selasa (15/5/2018).

RIP diciduk oelh petugas setelah mendarat di Bandara Adisutjipto Jumat (4/5/2018). Dia merupakan penumpang pesawat Air Asia dengan nomor penerbangan AK348 rute Kuala Lumpur-Yogyakarta.

Parijaya menjelaskan awal mulanya pada saat petugas curiga dengan gerak gerik RIP dan pada saat dilanjutkan dengan pemriksaan mesin xray security scanner baggage inspection  serta pemeriksaan badan. Hasilnya didapati paket narkotika jenis sabu-sabu yang disembunyikan dalam popok yang dipakainya.

"Berisi serbuk kristal berwarna putih. Hasil pemeriksaan uji laboratorium di lab Bea dan Cukai Tanjung Emas diperoleh kesimpulan barang itu adalah methampketamine atau narkotika jenis sabu-sabu yang termasuk dalam narkotika golongan 1."terangnya.

Oleh petugas Bea Cukai, RIP kemudian diserahkan ke Ditresnarkoba Polda DIY untuk proses hukum lebih lenjut.

"Kegiatan pemasukan atau importasi barang larangan itu melanggar UU 35/2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun. Proses penyidikan ditangani Polda DIY,"jelas Parijaya.

Direktur Ditresnarkoba Polda DIY, Kombes Wisnu Widarto mengungkapkan, penyelundupan ini dikendalikan oleh seorang napi dari dalam Lapas Karawang Jawa Barat.

"Setelah ditangkap petugas Bea dan Cukai, kita langsung diajak koordinasi untuk proses hukumnya. Hasil penyidikan sementara, tersangka ini kurir yang dikendalikan oleh seseorang inisial IA, dia saat ini berstatus napi kasus narkotika dan masih menjalani hukuman di Lapas Karawang inisial IA,"kata Wisnu.