• Local Phone

    021 8690 6777

    021 8690 6770

  • Whats App

    0816 1740 8925

    0816 1740 8927

    0812 8006 9024

    0813 8742 8586

  • Whats App

    0812 9595 7914

    0878 7867 0721

    0812 1470 6170

    0813 1066 1358

    0888 6129 511

  • Email

    marketing.xray@taharica.com

xray_tulang.jpg

Mesin Xray Mendeteksi Bahwa Tulang Wanita Ini Menghilang

Sebelum baikSeorang wanita berusia 44 tahun tiba-tiba merasakan sakit di lengan dan bahu. Tak kunjung sembuh, ia pun memutuskan untuk memeriksakannya ke dokter. akan tetapi, hasil membuatnya terkejut setelah dia memeriksakannya ke dokter.

Gejala yang dialami pada wanita ini sempat membingungkan dokter. Pada saat pertama kali datang ke rumah sakit, wanita ini mengeluh rasa sakit yang terus-menerus ia rasakan di bagian lengan dan bahunya. Tidak disangka, dalam proses rangkaian Xray , ternyata tulang-tulang wanita tersebut menghilang.

Awalnya, dokter mengira wanita ini terserang penyakit kanker. Akan tetapi, hasil biopisnya tidak menunjukan gelaja adanya kanker. Sebaliknya, hasil rontgen tersebut malah membuat semakin membingungkan.

Setahun setelah memeriksakan diri, rasa sakit yang diderita wanita tersebut tak kunjung sembuh dan malah merasa sakit dan membuat tangannya menjadi bengkak serta sakit yang tak henti-henti. Tulang-tulang miliknya bahkan langsung retak hanya karena cedera ringan. Akan tetapi, saat itu, ia masih belum juga menerima diagnosis yang tepat.

Lalu, setalah 18 bulan berlalu dari ia pertama kali memerika ke dokter, akhirnya hasil rontgen menunjukan bahwa tulangnya mulai menghilang. Dalam hasil rontgen, kedua tulang humerus dan tulang ulnarnya (salah satu dari dua tulang di lengan bawah) tampak tidak terlihat di hasil Xray . Biopis tambahan pun menunjukkan adanya pertumbuhan pembuluh darah menggantikan jaringan tulang miliki wanita tersebut.

Menurut laporan terbaru dari dokter di Royal Infimary of Edinburg di Skotlandia, wanita ini didiagnosis dengan Gorham-Stout. Penyakit ini juga dikenal dengan nama penyakit tulang yang hilang.

Kondisi langka ini terjadi saat seseorang mengalami kehilangan tulang yang progresif. Menurut laporan yang diterbitkan oleh jurnal BMJ Case Reports pada 22 maret lalu, kejadian ini hanya ada 64 kasus serupa.

Sayangnya, Organisasi Nasional, untuk kelainan yang Langka (NORD) hingga kini belum mengetahui apa penyebabnya. Mereka juga mengatakan tidak ada pemicu genetik atau lingkungan dari penyakit tersebut.