• Local Phone

    021 8690 6777

    021 8690 6770

  • Whats App

    0816 1740 8925

    0816 1740 8927

    0812 8006 9024

    0813 8742 8586

  • Whats App

    0812 9595 7914

    0878 7867 0721

    0812 1470 6170

    0813 1066 1358

    0888 6129 511

  • Email

    marketing.xray@taharica.com

xray_indonesia1.jpg

Menekan Peredaran Narkoba Dengan

Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mengatakan jajarannya telah menyiapkan lapas high risk atau lapas pengamanan ketat bagi bandar narkotika dan teroris kelas berat di Nusakambangan. Yasonna meyakini lapas high risk dapat membuat para narapidana stres karena penjagaan yang ketat.

"Itu kita buat memang khusus untuk bandara yang satu orang satu, CCTV 24Jam, itu mampu membuat para napi stres, betul-betul stres, tidak bisa berkomunikasi, seorang diri saja. berbicara dengan tembok saja," ujar Yasonna, di Hotel Sari Pan Pasific, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (4/4/2018)

Ia mengatakan lapas high risk dikhususkan bagi narapidana teroris yang terletak di Lapas Pasir Putih, Nusakambangan. Sedangkan lapas high risk untuk bandara narkoba berada di Lapas Batu, Nusakambangan. Bahkan Yasonna menyebut ketatnya penjagaan keamanan tersebut membuat Kemenkum HAM dikritik karena dianggap melanggar HAM.

"Jadi kan sekarang khusus yang napi teroris sudah kita buat lapas khusus yaitu di Pasir Putih. Bahkan kami sekarang dikritik terlalu keras, melanggar HAM katanya. Tapi yang kita lakukan untuk bandar narkoba kami sudah siapkan di Lapas Batu," ujar Yasonna.

Yasonna mengatakan saat ini baru ada 18 narapidana yang dipindahkan ke tempat baru ke Lapas Pasir Putih. Sisanya kemenkum HAM masih menunggu daftar bandar dari BNN yang masih memiliki jaringan narkoba.

Selain di Nusakambangan, Yasonna menyebut lapas high risk akan dibangun di Medan, Gunung Sindur, dan Kalimantan.

"Nanti ada di Medan, di Lapas Gunung Sindur, satu lagi di Kalimantan," ujar Yanonna.

Yasonna mengatakan saat ini upaya Kemenkum HAM mencegah peredaran narkoba di lapas dengan sering menggelar razia dan membeli peralatan xray security scanner . Menurutnya upaya tersebut juga harus diimbangi sikap sipir lapas yang berintegritas.

"Ada banyak razia dan peralatan yang kita beli kayak xray security, penguatan penjagaan, tapi itu diperlukan perubahan sikap. Saya mengajak di Ditjen PAS ubah sikap mental supaya lebih jaga integritas diri kalau banyak petugas yang melakukan kesalahan seperti itu akan kita tindak tegas seperti dipecat, diturunkan pangkat," kata Yasonna.

Ia mengatakan pemerintah juga sedang giat-giatnya mengkampanyekan antinarkoba. Selain itu menurutnya yang harus diperhatikan adalah mengurangi demand atau permintaan terhadap narkoba. Makanya dia berpesan agar pengguna narkoba mendapatkan rehabilitasi supaya tidak kambuh kembali.

"Maka sisi permintaannya harus benar-benar kita kurangi, rehabilitasi, program pendidikan. Sekarang anak-anak sudah mulai ditawarin narkoba, itu yang kita kurangi permintaan itu mulai dari pendidikan, kampanye dan rehabilitasi," ujarnya.