Xray_Bandara.jpg

Sabu Seberat 2,4 Kilogram Terdeteksi Mesin Xray di Bandara Juanda

Petugas Bea dan Cukai Juanda, di Sidoarjo, Jawa Timur berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis sabu-sabu dengan berat 2,4 Kg dari tersangka yang berjumlah dua orang perempuan berinisial NT dan NH setelah turun dari pesawat di Bandara Internasional Juanda Surabaya.

Kepala Kantor Bea Cukai cabang Juanda Budi Harjanto, mengatakan, NT merupakan perempuan warga negara asal Vietnam dan juga seorang perempuan NH Kelahiran Madura.

"Tersangka NT berhasil diamankan oleh petugas di terminal 2 Bandara Internasional Juanda. Saat petugas melakukan profiling penumpang pesawat Jetstar rute Singapore-Surabaya ini, petugas merasa curiga dengan gerak-gerik pelaku kemudian dilakukan pemeriksaan mendalam," ujarnya.

Ia mengemukakan, karena curiga terhadap alas koper bawaannya saat di meisn Xray Security Scanner Baggage Inspection , Pelaku dan barangnya dibawa keruang pemeriksaan.

"Saat dilakukan pembongkaran, petugas menemukan kristal putih seberat 1,175gram," ujarnya.

Menurut pengakuan tersangka, koper yang dibawanya adalah koper yang diberikan temannya pada saat di Bangkok, Thailand sebelum berangkat ke Surabaya.

"Awalnya kami kesulitan menginterview pelaku, karena minim bahasa Vietnam," ujarnya.

Sementara penangkapan tersangka NH juga ditangkap petugas di Terminal 2 Bandara Internasional Juanda dimana saat itu, petugas mendapat informasi dari petugas lainnya bahwa ada penumpang wanita menggunakan pesawat Air Asia dengan rute Kuala Lumpur-Surabaya diduga membawa narkotika jenis sabu.

Setelah mengetahui penumpang yang dimaksud, kata dia, petugas langsung melakukan wawancara setelah barangnya diperika melalui mesin xray security scanner baggage inspection .

"Saat diperiksa intensif, kardus bawaannya digeledah dan petugas menemukan kristal putih seberat 1.240 gram yang disimpan di dinding kardus," ucapnya.

Menurutnya, tersangka itu mengaku barang bawaannya merupakan titipan dari temannya yang berinisial H yang berada di Malaysia dan akan diberi uang Rp30 juta, jika barang tersebut berhasil masuk ke Indonesia.

"Atas usaha penggagalan penyelundupan sabu dengan berat 2.415 gram tersebut, setidaknya petugas berhasil menyelamatkan kurang lebih 12.705 jiwa generasi muda Indonesia dengan perhitungan 1 gram sabu di konsumsi 5 orang," katanya.