• Local Phone

    021 8690 6777

    021 8690 6770

  • Whats App

    0816 1740 8925

    0816 1740 8927

    0812 8006 9024

    0813 8742 8586

  • Whats App

    0812 9595 7914

    0878 7867 0721

    0812 1470 6170

    0813 1066 1358

    0888 6129 511

  • Email

    marketing.xray@taharica.com

xray_security_scanner_terbaru.jpg

Berkat Mesin Xray, Kurir Sabu Terciduk

Bea Cukai Batam telah melakukan pemeriksaan kepada tersangka jaringan narkoba bernama Amrin dan Suhair. Dua kurir sabu yang diciduk ini di Bandara Internasional Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau (14/3/2018) pada pagi hari. Dari hasil pemeriksaan petugas, diketahui bahwa kedua kurir ini diberi upah sebesar Rp30 juta untuk membawa narkotika jenis sabu ini dari Batam menuju Makasar.

Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi Kantor Bea Cukai Batam. Kepulauan Riau, Raden Evy yang dijumpai awak media di kantornya menjelaskan bahwa, pihaknya tidak hanya mengamankan pelaku seorang (Amrin), namun juga temannya yang bernama Suhair. Mereka merupakan warga Makassar yang tiba di Batam kemarin siang.

"Mereka sempat menginap di salah satu hotel. Dan semalam mereka menerima dua kardus barang berupa makanan dari seorang yang tak mereka kenali di bunderan air mancur Nagoya Hill. Sehabis itu, mereka kembali ke hotel," ujarnya.

Kedua kurir ini diperintahkan oleh seorang yang berada di Makassar untuk mengantarkan dus makanan dan narkotika jenis sabu tersebut dari Batam ke Makassar. Tersangka dijanjikan upah sebesar Rp30juta." Mereka baru mendapatkan Rp5 juta untuk tiket pesawat dari Makassar ke Batam, Pulang pergi dan untuk biaya hotel,"ujar Evy.

Evy menjelaskan, penangkapan terhadap tersangka Amrin dan Suhair bermula ketika seorang porter yang membawa dus berisi makanan memasukan barang kedalam alat pemeriksaan xray security scanner atau baggage inspection . Pada saat pemeriksaan tersebut, petugas Bea cukai adanya benda mencurigakan yang ada dalam dus makanan tadi yang dimasukan.

"Setelah dilakukan pemeriksaan, di dalam dus makanan tersebut, terselip 6 bungkus teh cina warna hijau yang didalamnya berisi serbuk kristal yang diduga narkotika jenis sabu. Kita sudah melakukan pengecekan laboratorium dan benar saja dugaan petugas, serbuk kristal itu merupakan narkotika jenis sabu yang mengandung metamfetamin dan setelah ditimbang berat bersihnya yaitu 5,1 gram." kata Evy

Saat ini, kedua tersangka itu telah diamankan ke Ditresnarkoba Polda Kepri untuk menjalani proses penyelidikan." Kalau tadinya mereka berhasil lolos dan berangkat, mereka akan tiba di Makassar sekitar pukul 16:00. Pesawatnya dari Batam menuju Surabaya untuk transit lalu dilanjutkan ke Makassar,"tutup Evy