xray_indonesia.jpg

Baggage Inspection Mendeteksi Narkotika di Ngurah Rai Bali

Denpansar - Pengadilan Negeri Kota Denpansar menyidangkan seorang warga negara Australia, bernama Robert Isaac Emmanuel 35 Tahun, yang kedapatan membawa barang haram narkotika jenis sabu-sabu dan ekstasi seberat 5 gram lebih ketika diperiksa oleh petugas di Bandara Ngusti Ngurah Rai, Bali.

Dalam sidang yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Gusti Ngurah Atmaja di Pengadilan Negeri Depansar, pada Senin, Jaksa Penuntut Umum Suhadi mendakwa Robert Isak dengan pasal berlapis.

Pasal berlapis itu dalam dakwaan primer Pasar 113 Ayat 2, Pasal 112, Ayat 2, Pasal 127 Ayat 1 huruf a Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Kedua dakwaan subsider Pasar 61 Ayat 1 huruf a dan Pasal 62 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika.

Dalam dakwaan terungkap bahwasannya, tersangka yang ingin berlibur di Pulau Bali berangkat dari Bandara Internasional Bangkok, Thailand, dengan menggunakan pesawat Taiger Air Wats menuju Denpasar dan tiba di Bandara Internasional Ngurah Rai.

Saat hendak dilakukannya pemeriksaan, tersangka melakukan gerak gerik yang mencurigakan dihadapan petugas, kemudian saat pemeriksaan barang bawaan milik tersangka berupa koper berwarna ungu dengan menggunakan mesin xray security scanner, petugas menemukan barang yang mencurigakan didalam koper tersangka tersbut.

Akhirnya, petugas mengajak tersangka menuju ke pokso Bea Cukai untuk dilakukan pemeriksaan lebih sebab barang bawaan tersangka terdapat barang mencurigakan.

Saat diperiksa lebih detail oleh petugas, benar saja, terdapat satu klip plastik berisi kristal bening dan setelah ditimbang beratnya 0,88gram.

Tidak hanya serbuk kristal, petugas juga berhasil menemukan 6 butir tables ekstasi yang terbungkus klip bening yang disimpan dalam kotak seberat 2,04 gram.

Petugas juga menumakan lagi delapan tablet berwarna kuning dengan berat 3,18gram, 19 kapsul yang di dalamnya berisi kristal seberat 5,76gram.

Barang bukti 14 butir tablet mengandung MDMA seberat 6,22gram, satu botol bubuk putih,27 tablet abu-abu dan sejumlah botol yang berisi cairan yang menurut petugas itu bahan prekursor.

Dengan bantuan mesin xray security scanner , petugas berhasil menggagalkan aksi penyelundupan itu, dan berhasil mengamankan tersangka. Xray security scanner yang diapakai ialah baggage inspection dengan sensor DV.

Baggage inspection memang dipercaya oleh banyak bandara untuk pemeriksaan barang bawaan penumpang pesawat, dan sangat membantu petugas dalam menemukan barang selundupan seperti penyelundupan narkotika oleh warga negara Australia yang disebutkan di atas tadi.

Jika tidak adanya baggage inspection , mungkin saja tersangka tadi akan lolos. Akan berakibat fatal jika tersangka lolos, sebab tersangka membawa narkotika yang dapat merusak generasi bangsa.