• Local Phone

    021 8690 6777

  • GSM Celuller

    0816 1740 8925

    0816 1740 8927

    0812 8006 9024

    0813 8742 8586

  • Email

    sales.xrayindonesia@gmail.com

    marketing.xray@taharica.com

Capture.PNG

Baggage Inspection Mendeteksi Narkotika Dalam Deterjen

Petugas gabungan Bea-Cukai dan Polda Kepulauan Riau membongkar jaringan narkotika internasional di kargo Bandara Internasional Hand Nadim. Aksi pelaku penyelundupan ini berkedok sebagai jasa pengiriman barang.

Didid Widjanardi Kapolda Kepri Irjen dan Kepala Bea Cukai Batam meninjau langsung turun ke gudang kargo Bandara Hang Nadim. Rombongan langsung meinjau hasil pengamanan petugas narkotika jenis sabu seberat 66kg yang terbungkus rapi di dalam bungkusan detergen.

Selain mengamankan 66kg narkotika jenis sabu, petugas menangkai dua pelaku pria berinisial BW dan rekannya BP yang berasal dari Kecamatan Banjarmasin Selatan, Kalimantan Selatan.

Menurut Kepala Bidang Kepatuhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Kota Batam Raden Evy Suhartantyo, pengungkapan ini berawal dari kecurigaan petugas di tempat gudang kargo pekan lalu. Petugas menerima sebuah dokumen pengiriman barang yang kemudian dilanjutkan pemeriksaan dengan menggunakan mesin xray security scanner  sebelum dibawa terbang oleh pesawat kargo.

"Dari hasil pemeriksaan, petugas melihat kecurigaan barang tersebut pada layar monitor xray security scanner dan segera melakukan pemisahan barang-barang yang mencurigakan tersbut untuk dilakukan pemeriksaan secara mendalam," ujar Evy di lokasi, Senin(1/2018)

Setelah itu petugas membuka kemasan dari beberapa barang yang dikeluarkan tadi yang dianggap mencurigakan. Dan benar saja, petugas mendapati narkotika jenis sabu dalam dua koli dengan berat kotor yang masing-masing mempunyai berat 34 kg. Untuk memastikan kembali, petugas melakukan uji narcotest di tempat dan didapati hasil positif metamfetamin.

"Hasil pemeriksaan tadi sangat akurat bahwa barang yang ditemukan tadi berisi narkotika jenis sabu, bukan detergen pembersih seperti yang tertulis pada bungkusan detergen," jelasnya.

Mengetahui hal tersebut, petugas bandara menghubungi polisi untuk melakukan penyelidikan dan pengembangan. Caranya, Barang tersebut tetap dikirimkan dengan skema control delivery bersama-sama dengan pihak kepolisian.

Didid juga menambahkan, dari hasil penyelidikan dan pengembangan kepolisian, paket narkotika tersebut dikirim dari Singapura melalui jalur laut tujuan Batam. Kemudian sabu ini dikirim lewat ekspedisi milik PT IDL Batam yang belum diketahui siapa pemiliknya. Namun dalam paket pengiriman tertera alamat tujuan pengiriman yaitu dijalan Pancoran II No 3, Jakarta Selatan.

"Setelah paket kiriman tiba di alamat tujuan, tersangka datang mengambil paket berisi narkotika seberat 66 kg lebih," kata Didid.

Tersangka BW dan ZA mengaku berperan sebagai kurir yang bertugas mengambil 4 kardus atas perintah dan arahan B. Hingga saat ini orang yang menyuruh mereka masih buron.