• Local Phone

    021 8690 6777

  • GSM Celuller

    0816 1740 8925

    0816 1740 8927

    0812 8006 9024

    0813 8742 8586

  • Email

    sales.xrayindonesia@gmail.com

    marketing.xray@taharica.com

alat_keamanan_murah.jpg

Ibu Rumah Tangga Yang Menyelundupkan Sabu Dengan Modus Baru

Seorang ibu rumah tangga bernama Irawati (40) menyelundupkan narkotika jenis sabu di kemaluannya. Ibu rumah tangga yang membawwa narkotika ini berhasil digagalkan oleh Petugas Bea Cukai Jawa Barat. Tersangka membawa narkotika jenis sabu seberat 715 gram dan nekat dengan menyelundupkannya di kemaluannya.

Tersangka ditangkap oleh petugas bea dan cukai kantor Wilayah Jabar setelah mendarat di Bandara Husein Sastranegara Bandung (22/1/2018). Tersangka sempat mencoba untuk mengelabui petugas dengan menaruh serbuk gula dibalik laptopnya yang terdeteksi melalui mesin xray security scanner .

"Kemudian kami cek dan ditemukan serbuk kristal mirip sabu-sabu. Tapi setelah diperiksa ternyata bukan sabu-sabu. Kemudian kita periksa badannya dan benar saja , terdapat dua bungkusan didalam celana dalamnya dan setelah di tes ternyata positif narkotika jenis sabu-sabu," ujar Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jendral Bea dan Cukai.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jendral Bea dan Cukai Jabar Syaifullah Nasution menjelaskan, tersangka membawa barang tersebut dari luar negeri. Berdasarkan data rekamanan perjalanannya, tersangka berangkat dari Bandara Kuala Lumpur Malaysia menuju ke Bandara Husein Sastranegara kota Bandung.

Tersangka diduga menggunakan modus penyelundupan baru yaitu dengan menyimpan serbuk yang mirip dengan narkotika jenis sabu-sabu  seberat 285 gram yang ternyata itu adalah sebuah gula.

Namun petugas tidak hanya memeriksanya begitu saja, Guna memastikan, petugas mengecek tubuh tersangka Irawati.

"Kami tidak mungkin hanya memeriksa begitu saja. Tentunya kami memeriksa hingga keseluruh tubuh dan ditemukan barang haram tersebut di balik celana dalamnya," Ujar dia.

Tersangka tidak bisa mengelak lagi. Tersangka dan barang bukti yang diselundupkan langsung dibawa ke Badan Narkotika Nasional (BNN) Jabar.

"Kalau diperkirakan, barang bukti yang ditemukan ini berharga 1,5 miliar rupiah," Kata Syaifullah.

Tersangka Ira nantinya akan dijerat Pasal 102 Undang-undang Kepabeaan Nomor 17 Tahun 2006. Tersangka juga akan mendapat ganjaran Pasal 113 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotik.