• Local Phone

    021 8690 6777

  • GSM Celuller

    0816 1740 8925

    0816 1740 8927

    0812 8006 9024

    0813 8742 8586

  • Email

    sales.xrayindonesia@gmail.com

    marketing.xray@taharica.com

baggage_inspection,xray_bagasi,sewa_metal_detector,metal_detector_murah.jpg

WNA Terciduk Mesin Baggage Inspection Karena Membawa Narkoba

Pihak keamanan Bea dan Cukai kota Bandung berhasil menggagalkan upaya penyelundupan barang haram narkotika jenis ketamine sebanyak 1.970 gram yang senilai Rp 4 miliar dalam bentuk serbuk kristal. Penyelundupan tersebut dilakukan oleh warga negara asal China yang berinisal BZ di Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung. Usaha penyelundupan itu dilakukan oleh tersangka pada rabu kemarin sekitar pukul 20:30 WIB setelah turun dari pesawat Air Asia QZ rute Kualalumpur-Bandung.
 
 
Menurut Kepala Kanwil Bea dan Cukai Jawa Barat, Saipullah Nasution, pada saat melakukan pemeriksaan custom declaration pelaku hanya mengisi kolom nama. Petugas yang curiga dengan gerak-geriknya tersebut lalu petugas langsung melakukan pemeriksaan terhadap barang bawaan berupa tas koper.
 
 
"Dari hasil analisis profilling dan xray security scanner baggage inspection  terdapat benda yang mencurigakan. Petugas langsung membuka tas tersebut dan benar saja, petugas menemukan serbuk putih ketamin seberat 1.970 gram," ujar dia kepada wartawan, Senin (15/1).
 
 
Saipullah mengatakan, pelaku yang tidak bisa berbahasa inggris dan indonesia diperiksa petugas. Dari tas koper berwarna biru tersebut petugas menemukan serbuk putih yang disimpan di lipatan dua Handuk berukuran besar.
 
 
"Dua handuk tadi, dijahit disetiap sisinya. Di dalam handuk yang dijahit tadi ditemukan serbuk kristal ketamine seberat 1.790 gram. Setalah diperiksa dan dicek di labaratorium dinyatakan positif narkotika," kata dia.
 
 
Kasus tersebut kemudian dilaporkan ke Polrestabes Bandung. Jajaran Satuan Narkoba Polrestabes Kota Bandung kemudian melakukan pengembangan. Menurut Kasat Narkoba Polrestabes Bandung, AKBP Haryo Tejo, dari hasil pengembangan tersebut, polisi mengamankan 4 tersangka yaitu CJ, HP, EG, dan U.
 
 
Dalam proses pengembangan di kota Jakarta, tersangka BZ melakukan perlawanan dengan menusuk anggota polisi. Karena itu polisi melakukan tindakan tegas terukur." Tersangka dilumpuhkan karena menusuk anggota polisi. Pelaku lalu dibawa kerumah sakit lalu meninggal. Kami masih terus mengembangkan kasus ini ujar dia.