• Local Phone

    021 8690 6777

    021 8690 6770

  • Whats App

    0816 1740 8925

    0816 1740 8927

    0812 8006 9024

    0813 8742 8586

  • Whats App

    0812 9595 7914

    0878 7867 0721

    0812 1470 6170

    0813 1066 1358

    0888 6129 511

  • Email

    marketing.xray@taharica.com

xray_news,Metal_Detector_News,Xray_Security_Scanner,Security_System.jpg

Xray Mendeteksi Bayi Lobster Sebanyak 32ribu di Bandara

Xray Security Scanner,Xray Eastimage,Baggage Inspection,perusahaan security

 

Petugas Balai Besar Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan (BBKIPM) serta petugas Aviation Security (Avsec) Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, menggagalkan upaya penyelundupan bayi lobster. Jumlah lobster yang diselundupkan tersebut mencapai puluhan ribu ekor.

 

"Jumlahnya 21.809 ekor baby lobster mutiara. Nilainya sekitar Rp 3,2 miliar," kata Kepala BBKIPM Habrin Yake saat dimintai konfirmasi saat dihubungi, Kamis (15/12/2017).

 

Upaya penyelundupan itu terjadi pagi tadi. Saat itu, seorang calon penumpang tujuan Singapura meninggalkan kopernya yang tengah diperiksa petugas.

 

"Pada saat mau check in untuk terbang ke Singapora, tersangka diperiksa oleh Avsec. Saat diperiksa, tersangka melarikan diri, karena di Xray Security Scanner  kelihatan,dengan baggage inspection lobster terlihat jelas, maka dipanggillah kami. Setelah dibongkar ternyata isinya baby lobster," ujar Habrin.

 

Dia mengatakan ada 2 koper yang berisi bayi lobster. Sebelum dimasukkan ke koper, hewan itu dikemas lebih dulu dalam plastik berisi air.

 

"Itu dimasukkan dalam 2 koper, dibungkus 84 kantong plastik," ujarnya.

 

Rencananya, bayi lobster itu akan kembali dilepaskan ke habitat asli mereka. Petugas juga sedang memburu pemilik koper tersebut.

 

"Akan dilepaskan nanti di tempatnya di Pantai Pangandaran. Sekarang kami bekerja sama dengan Polres Bandara dan Bareskrim sedang melacak orang ini, mudah-mudahan segara tertangkap," pungkas Habrin.