Philips_Allura_Xper_FD20_crop_for_site1.jpg

Prinsip Kerja Radiography

Prinsip kerja Digital Radiography (DR) pada intinya menangkap sinar-X tanpa menggunakan film. Sebagai ganti film sinar-X, digunakan sebuah penangkap gambar digital untuk merekam gambar sinar-X dan mengubahnya menjadi file digital yang dapat ditampilkan atau dicetak untuk dibaca dan disimpan sebagai bagian rekam medis pasien.

Digital Radiography (DR) pada reka medis dilakukan dengan jangka waktu yang telah ditentukan karena menjaga radiasi yang terjadi agar tidak merusak syaraf yang sedang dalam proses identifikasi. Proses identifikasi itu sendiri meliputi bagian-bagian tubuh manusia untuk mendapatkan hasil photo sensor sinar-X yang dipindai pada suatu hasil photo.

Bertujuan untuk proses penelitian dan menyimpulan reka medis agar indikasi penyakit yang diderita dapat diketahui dengan seksama berdasakan data photo yang telah diterima. Biasanya penelitian dan penyimpulan indikasi penyakit dilakukan oleh dokter-dokter pada rumah sakit besar atau dokter spesialis (specialist). Proses reka medis ini tidak dapat sering dilakukan karena pihak medis memiliki prosedur penggunaan radiography.


Skema Prinsip Kerja Digital Radiography

Kelebihan dan Kekurangan Digital Radiography

Kelebihan yang dimiliki digital radiography antara lain:
a. Cepat dan efisien karena tidak membutuhkan kamar gelap untuk pencetakan gambar.
b. Hasil lebih akurat.
c. Sistem sinar-X (pesawat) dapat tetap digunakan dengan dilakukan moifikasi.
d. Tidak membutuhkan ahli komputer karena perangkat lunak yang digunakan untuk mengatur image mudah digunakan.
e. Angka penolakan film dapat ditekan.
f. Dapat digunakan untuk radiography mobile Xray unit dengan detektor digital (flat digital).

Kekurangan digital radiography antara lain
:
a. Dibutuhkan dana yang besar untuk mengganti fasilitas radiography konvensional menjadi digital.
b. Kesalahan faktor eksposi yang terlalu parah tidak dapat diperbaiki.
c. Walaupun diklaim dapat mengurangi dosis yang diterima pasien, digital radiography justru lebih sering meningkatkan dosis pasien, karena:
- Over eksposure tidak akan terdeteksi (dapat dikurangi dengan mudah dalam proses komputer). Sehingga radiographer cenderung menambah faktor eksposi.
- Pengulangan pemeriksaan (sebelum dicetak) tidak akan menambah jumlah film yang digunakan, sehingga menurunkan tingkat kehati-hatian radiografer.